Minggu, 06 November 2016

Franchise Pendidikan Anak

Pesan Orang Bijak dalam Mendidik Anak
Hasil gambar untuk gambar kartun membimbing anak

 

  Para orang tua dan guru yang saya cintai, seorang bijak pernah berpesan, "Didiklah anak-anakmu sesuai  karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zaman kalian dulu hidup.

      Pesan ini memiliki makna yang begitu mendalam, mengapa?
Karena kita kerap membanding-bandingkan masa lalu kita untuk menjadi sesuatu yang harus ditiru oleh anak-anak kita. Kita sering lupa bahwa zaman sudah berubah. Pendidikan pada zaman Kartini dibesarkan tentunya tidak cocok lagi diterapkan pada zaman kita dibesarkan., demikian pula dengan zaman anak kita. Dia membutuhkan cara-cara pendidikan baru yang sesuai zamannya.

      Jika ingin anak-anak kita maju, tentunya kita juga harus mengajak mereka untuk selalu melihat ke depan, dan bukan sebaliknya. Apa yang terjadi jika seseorang berjalan ke depan, tetapi selalu diajak menengok ke belakang?

     Hampir semua anak, mulai usia prasekolah hingga remaja sering kali membuat masalah, betapa pun sempurnanya orangtua mereka. Mengapa? Karena pada awalnya, seorang anak memiliki keinginan sendiri yang lahir  secara naluriah sebagaimana juga orangtua mereka. Masalah itu mulai muncul manakala keinginan dasar anak secara naluriah tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan yang dianut oleh orang-orang dewasa.

      Contoh paling sederhana adalah pada kasus anak usia belita. Secara naluriah, seorang bayi punya keinginan insitingtif untuk memasukkan segala sesuatu yang dipengangnya  kedalam mulut . Namun ternyata, keinginan tersebut di mata orangtuanya yang dimasukkan ke mulutnya  adalh benda-benda kotor atau mungkin beracun. Jadilah orangtuanya kerap kali brteriak-teriak untuk melarang anaknya memasukkan benda ke mulut. Padahal belakangan diketahui oleh para ahli bahwa sesungguhnya memasukkan sesuatu ke mulut berguna untuk  melatih indra perasa si bayi.

     Seandainya saja kita para orangtua mengetahui adanya kebutuhan dasar yang alamiah ini, mungkin kita tidak akan memberikan reaksi terlalu berlebihan bagi perilaku anak-anak kita  yang dianggap kurang patut tadi.

"Kerap kali orangtua malah melakukan  intervensi berlebihan yang justru melukai perasaan si anak dan bukan mendidiknya untuk menjadi lebih baik".

        Perbedaan keinginan dasar anak dengan nilai-nilai kepatutan orang dewasa ini terus berlangsung mulai usia mereka balita hingga dewasa. Namun sayangnya, kebanyakan orangtua tidak menyadari jika anak-anak mereka membutuhkan waktu untuk bisa menyesuaikan antara keinginan-keinginan dasar mereka sendiri dengan nilai-nilai kepatutan yang dianut oleh orangtuanya. Kerap kali kita bukannya memberikan pemahaman yang baik pada anak hingga dia benar-benar memahami apa yang diharapkan orangtuanya,  malah melakukan intervensi yang berlebihan, seperti dalam bentuk bentakan, teriakan, cubitan, atau bahkan mungkin pukulan. Sering kali hal ini justru melukai perasaan si anak dan bukan mendidiknya untuk menjadi lebih baik.

     Jika para orangtua tidak segera menyadari kesalahannya, hal ini akan berakibat fatal. Proses mendidik anak akan terasa sangat berat dan selalu dipenuhi  dengan pertengkaran yang semangkin hari semangkin parah.

       Ketahuilah bersama bahwa masa depan anak = (adalah) masa depan bangsa, dan masa depan anak yang sukses bergantung sepenuhnya pada kemampuan para orangtua untuk mendidik anak-anaknya secara tepat. Mari kita mulai belajar mejadi orangtua yang baik dan mari kita bangun Indonesia yang kuat melalui anak-anak kita tercinta.

          Let's Make Indonesian Strong From Home 
          Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi?[]


   
Keterangan : Buku Ayah Edy, Judul : Punya Cerita, Penerbit : Noura Books ( PT Mizan Publika) 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar